1 Pengertian arus kas. Berdasarkan penjelasan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), arus kas merupakan aliran dana yang menunjukkan perpindahan dana melalui sebuah bank. Arus kas ini bisa disimpulkan sebagai aliran dana sebuah bank, di mana aliran dana ini menunjukkan sumber dana dan juga penggunaan dana tersebut (cash flow) . Gambar3.1 : Hubungan antara Data Flow Diagram (DFD) dengan Data Dictionary (DD). DD tidak menggunakan notasi grafik sebagaimana halnya DFD. DD berfungsi membantu pelaku sistem untuk mengerti aplikasi secara detil, dan mereorganisasi semua elemen data yang digunakan dalam sistem secara presisi sehingga pemakai dan penganalisa sistem punya dasar REVIEWLAGI : ANALISIS ALIRAN DAYA ( LOAD FLOW STUDY ) •Analisis aliran daya ini terdiri dari perhitungan-perhitungan aliran daya dan tegangan dari suatu jaringan pada suatu kondisi tertentu. •Kajian tentang aliran daya ini sangat penting karena merupakan kajian dasar dan kajian paling pokok dari semua analisis dalam sistem tenaga listrik. evergrowpoocoin; owo weapon tier list; what does it mean when a guy talks to you in a baby voice; free public criminal record check; pedal power cycle portsmouth nh distribusidan menganalisa penyebaran harmonisa dalam sistem sistem distribusi, sehingga besar dan lokasi harmonisa dapat diketahui. Metode forward-backward adalah salah satu metode yang dapat digunakan untuk melakukan studi aliran daya harmonisa dalam sistem distribusi khususnya sistem distribusi radial. 2 Metode analisis aliran daya menggunakan metode . forward backward sweep. memiliki konvergensi yang cepat. Untuk sistem distribusi membutuhkan 3 hingga 4 kali iterasi. 3. Analisis aliran daya dengan beban sensitif tegangan mempunyai nilai tegangan pada setiap bus lebih kecil dibandingkan dengan aliran daya dengan beban konstan. 4. . Rangkaian Wiper Dan Washer – Dalam kendaraan ada beragam sisi dari kelistrikan body yang mempunyai fungsi yang berbeda. Satu diantaranya yakni sistem wiper dan washer yang mempunyai fungsi untuk bersihkan kaca kendaraan secara efisien. Lebih terang rangkaian sistem wiper dan washer berperan untuk sapu kaca dari air hujan, lumpur, dan semua kotoran yang melekat pada kaca. Sementara sistem washer berperan untuk menyemprot cairan pencuci untuk memudahkan performa dari wiper. Oleh karenanya sistem wiper dan washer benar-benar utama pada kendaraan karena berkaitan dengan keselamatan dan keamanan dalam berkendaraan. Pada sistem wiper dan washer mempunyai komponen yang berbeda. Disamping itu bagaimana sistem wiper dan washer bekerja? Bagaimana rangkaian kelistrikan sistem wiper dan washer? Apa komponen sistem wiper dan washer dan perannya? Semua hal itu akan diulas pada artikel di bawah. Sistem wiper ialah penghapus kaca yang berperan untuk bersihkan kaca dari air hujan, salju, debu, lumpur, dan kotoran yang lain melekat dikaca, hingga kehadirannya penting untuk keselamatan sopir. Diharap kaca pada kendaraan supaya selalu bersih, hingga pengendara bisa mempunyai visibility yang lebih terang saat berkendaraan. Jika saat hujan menyebabkan kaca mobil jadi kabur, bila air hujan yang melekat pada kaca tidak selekasnya dibikin bersih bisa membahayakan keselamatan sopir. Oleh karenanya pada kendaran mobil harus harus diperlengkapi dengan sistem wiper sebagai penghapus air hujan yang menempel pada kaca baik depan atau belakang yang berperan supaya pandangan sopir kendaraan di jalan tidak terusik saat hujan dan kotoran atau debu luar. Sedang sistem washer sebagai pembaruan fungsi dari wiper blade dan kurangi beban pada motor wiper saat bersihkan kotoran atau debu yang melekat pada kaca depan dan kaca belakang saat tidak hujan dengan cara menyemprot cairan pencuci ke kaca itu lewat lubang nozzel washer. Pada washer diperlengkapi dengan pompa yang berperan untuk memompa cairan pencuci yang ada pada bak ke arah nozzel yang berada pada depan kaca hingga bisa menyemprot. Wiper terbagi dalam motor wiper, wiper link, wiper arm, dan wiper blade. Kelengkapan yang lain pada wiper ialah ada intermitent bekerja lamban dan tidak waktunya berlalu dan interlock wiper berpijar saat semprotan air dari washer . Komponen Sistem Wiper Dan Washer Dalam sistem wiper dan washer ada banyak komponen yang mempunyai fungsi yang berbeda. Berikut komponen sistem wiper dan perannya 1. Battery Battery berperan untuk sumber arus dalam sistem kelistrikan kendaraan. Komponen ini dapat simpan arus listrik berbentuk energi kimia. Biasanya tegangan battery yang dipakai pada kendaraan mobil yakni 12 volt. 2. Kunci contact Kunci contact berperan menyambungkan dan putuskan saluran listrik pada sistem kelistrikan kendaraan. Pada mobil kunci kontak mempunyai tiga terminal ataupun lebih, diantaranya terminal B, terminal IG, terminal ST, dan terminal ACC. 3. Sekering fuse Sekering fuse berperan sebagai pengaman komponen sistem kelistrikan dari kerusakan yang karena ada konsleting listrik secara mendadak. Cara kerja sekring akan terputus jika terjadi konsleting listrik pada rangkaian kelistrikan dan saluran arus yang melewati dari detail sekering. 4. Sakelar wiper dan washer Sakelar wiper dan washer berperan menyambungkan dan putuskan saluran arus listrik dari sumber listrik dan beban. Posisi sakelar wiper dan washer terbagi dalam status OFF berhenti, LO kecepatan rendah, HI kecepatan tinggi, dan INT wiper bergerak secara beralih-alih 5. Motor wiper Motor wiper berperan sebagai pendorong dalam sistem wiper. Bahan dari motor wiper yang dipakai ialah type besi magnet. Ada dua cara yang dipakai untuk memunculkan medan magnet motor,yakni type wound yang memakai belitan coil untuk membikin elektro magnet, type ferrite magnet yang memakai ferrite magnet tetap. 6. Wiper arm Wiper arm terbagi dalam head untuk mengikatkan wiper arm dengan wiper link, hingga pergerakan yang dibuat oleh motor wiper sampai ke wiper arm. Ada sebuah pegas yang meredam wiper blade, arm piece untuk penempatan blade dan retainer untuk meredam kesemuaannya. 7. Wiper blade Blade terbagi dalam sebuah karet untuk sapu kaca dari kotoran yang menempel pada kaca seperti debu, air hujan, salju dan kotoran. Dalam pemakaiannya, karet pada periode waktu lama bisa mengakibatkan berkurangnya kualitas karet karena dari cahaya matahari, temperatur, dan lain-lain yang berganti-gantian. Hingga untuk jaga kualitas blade karena itu dibutuhkannya pengecekan dengan teratur dan perlu menukar blade secara periodik. 8. Wiper link Wiper link berperan untuk mengubah gerak putar dari motor wiper jadi gerak bolak-balik pada kutub wiper. 9. Bak Bak washer berperan sebagai penampungan air yang bakal disemprot untuk bersihkan permukaan kaca kendaraan. Pada bak ada motor washer untuk meningkatkan air dari bawah agar disemprot pada nozzel. 10. Motor washer Motor washer berperan sebagai gerakkan pompa, untuk keluarkan air dari bak. 11. Nozzel Nozzel dibuat dari tembaga, alumunium atau resin dalam jumlah lubang satu atau dua lubang saja. Saat ini cuman nozzel yang dibuat dari resin dengan lubang geprekelan adjusting orifice yang sering dipakai. Diameter lubang orifice sekitaran 0,8 – 1,0 mm dan 16 menyemprot air dari nozzel yang normal wujud pengeluaran air dari nozzel tanpa menebar pada tiap lubang. Cara Kerja Rangkaian Kelistrikan Sistem Wiper Dan Washer Dalam rangkaian kelistrikan wiper washer ada beragam kecepatan. Berikut pembahasan berkenaan cara kerja rangkaian kelistrikan sistem wiper dan washer Saat kunci contact dihidupkan karena itu arus mengucur dari battery → kunci contact → fuse → terminal 4, 5, dan terminal B cam plate stanby arus. 1. Sakelar wiper pada status OFF Jika sakelar ada pada status OFF maka aliran listrik dari baterai tidak mengalir ke kunci kontak maupun saklar sehingga motor wiper dan washer tidak bekerja. 2. Saat kecepatan Low Arus yang stanby di terminal 4 akan disalurkan ke arah terminal 2 +1 → motor wiper → massa, hingga motor wiper bergerak lamban. Saat sakelar stop karena itu contact pada cam plate jika tersambung wiper tidak mati pada tempat awal karena itu arus yang sebelumnya stanby di terminal B cam plate akan mengucur lewat terminal S cam plate → terminal 1 sakelar terminal s sakelar → terminal 2 +1 sakelar → motor wiper → massa, hingga wiper kembali lagi ke tempat awal. Saat cam plate tidak berjumpa karena itu motor wiper automatis mati karena tidak ada suplay arus listrik ke motor wiper. 3. Saat kecepatan High Arus yang stanby di terminal 4 akan disalurkan ke arah terminal 3 +2 → motor wiper → massa, hingga motor wiper bergerak cepat. Saat sakelar stop karena itu contact pada cam plate jika tersambung wiper tidak mati pada tempat awal karena itu arus yang sebelumnya stanby di terminal B cam plate akan mengucur lewat terminal S cam plate → terminal 1 sakelar terminal s sakelar → terminal 2 +1 sakelar → motor wiper → massa, hingga wiper kembali lagi ke tempat awal. Saat cam plate tidak berjumpa karena itu motor wiper automatis mati karena tidak ada suplay arus listrik ke motor wiper. 4. Saat Kecepatan Intermittent Pada intinya, kecepatan pada sistem wiper seperti di atas. Tetapi ada banyak mobil terkini yang menambah satu kecepatan kembali yakni intermittent. Untuk rangkaian kelistrikan sistem wiper pada kecepatan intermittent seperti berikut Pada Kecepatan Intermittent ada proses khusus yang mengakibatkan contact poin akan tersambung dan terputus secara periodik. Berikut cara kerjanya Baterai → kunci kontak ON → wiper fuse 4 INT Relay → 2 INT Relay → -S wiper switch → +1 wiper switch → +1 wiper motor → wiper motor → E wiper motor → massa – Wiper bergerak lamban. Int relay akan tersambung dan terputus hingga membuat motor wiper bergerak terus-terusan dengan kecepatan lamban. 5. Saat Washer ON Arus yang stanby di terminal 5 akan mengucur ke arah terminal 6 → motor washer → massa, hingga motor washer memompa air pada reservoir hingga bisa disemprot oleh nozle untuk menolong bersihkan kaca. Saat OFF karena itu motor washer akan mati karena tidak ada suplay arus listrik. Di atas adalah pembahasan atau ulasan mengenai rangkaian kelistrikan sistem wiper dan washer. Pembahasan mulai dari pengertian, fungsi, komponen, maupun cara kerja rangkaian sistem wiper dan washer. Semoga dapat menambah wawasan pengetahuan. 1TUGAS AKHIR SISTEM WIPER DAN WASHER NISSAN SERENA Disusun untuk Memenuhi Salah Satu Persyaratan Progam Diploma 3 Untuk Menyandang Sebutan Ahli Madya Disusun oleh Nama Nanang Dwi Setyono NIM 5250306013 Prodi Teknik Mesin D3 Otomotif PROGAM STUDI DIPLOMA 3 TEKNIK MESIN JURUSAN TEKNIK MESIN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG 2ii Telah dipertahankan di hadapan Dewan Penguji dan diterima sebagai bagian persyaratan memperoleh gelar Ahli Madya pada Progam Studi Diploma 3 Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. 3iii ABSTRAK Nanang Dwi Setyono, 2011. TM, FT, UNNES “SISTEM WIPER DAN WASHER NISSAN SERENA”. Program Studi Teknik Mesin D3 Otomotif, Jurusan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Tujuan dari penulisan laporan Tugas Akhir ini yaitu Menjelaskan komponen-komponen sistem kelistrikan body khususnya pada wiper dan washer, Menjelaskan bagaimana cara kerja sistem wiper dan washer Nissan Serena, Menganalisis gangguan apa saja yang mungkin terjadi pada sistem wiper dan washer Nissan Serena dan bagaimanakah cara mengatasi gangguan yang mungkin terjadi. Komponen utama pada sistem wiper dan washer antara lain 1. Saklar kombinasi, 2. Motor wiper, 3. Tuas wiper, 4. Rangkaian lengan wiper, 5. Wiper blade, 6. Motor washer, 7. Tangki washer, 8. Nozzle, 9. Sekering, 10. Connector, 11. Baterai. Sistem wiper dan washer memiliki fungsi yang sangat penting dan erat hubungannya dengan keselamatan seseorang, karena untuk menjamin agar pandangan pengendara tidak terhalang oleh suatu benda seperti air hujan, salju, dan benda yang dapat mengendap pada permukaan kaca. Sebagai alat bantu dari wiper dilengkapi dengan washer yang memancarkan cairan ke kaca. Kerusakan yang mungkin muncul pada rangkaian wiper dan washer 1. Sistem wiper dan washer tidak dapat bekerja, 2. Motor wiper tidak dapat bekerja pada low/high speed, 3. Motor wiper tidak dapat bekerja pada intermitten, 4. Motor washer tidak dapat bekerja Simpulan tugas akhir ini yaitu wiper dan washer adalah sistem yang berfungsi untuk menghapus benda/kotoran-kotoran yang menempel di kaca kendaraan, sehingga pandangan pengendara tidak terhalang. Saran, perawatan secara bertahap dan berkala sangatlah penting untuk menjaga kondisi komponen-komponen wiper dan washer, agar terhindar dari kerusakan pada rangkaian wiper dan washer. 4iv MOTTO DAN PERSEMBAHAN MOTTO 1. Awali dengan doa setiap apa yang kita lakukan. 2. Tanggung jawab dan kejujuran merupakan modal awal dalam meraih apa yang di inginkan. 3. Keberhasilan yang kita raih di masa yang akan datang itu tergantung dengan apa yang kita kerjakan pada saat ini. PERSEMBAHAN Laporan ini kupersembahkan untuk 1. Keluargaku tercinta 2. Rekan rekan seperjuangan 5v KATA PENGANTAR Alhamdulillah, dengan mengucapkan segala puji syukur kehadirat Allah SWT, yang telah melimpahkan rahmat serta hidayahnya sehingga penulis akhirnya dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir yang berjudul ”SISTEM WIPER DAN WASHER NISSAN SERENA”. Laporan ini ditulis dalam rangka memenuhi syarat untuk memperoleh gelar Ahli Madya pada Jurusan Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Penulis sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu mulai dari terlaksananya Tugas Akhir sampai pada penulisan laporan ini. Khususnya penulis mengucapkan terima kasih kepada 1. Bapak Drs. Abdurrahman, selaku Dekan Fakultas Teknik UNNES. 2. Bapak Heri Yudiono, MT, selaku Ketua Jurusan Teknik Mesin UNNES dan selaku Dosen Pembimbing Laporan yang telah banyak meluangkan waktu dan kesabarannya di tengah kesibukan dan rutinitas untuk memberikan arahan serta masukan dalam menyelesaikan tugas akhir ini. 3. Bapak Wahyu Ady Priyo Kuncahyo selaku pembimbing lapangan. 4. Kedua orang tua yang selalu memberikan do’anya dan motivasinya 5. Serta seluruh pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan Tugas akhir ini, yang tidak mungkin penulis sebutkan satu per satu. 6vi Akhirnya penulis berharap agar nantinya laporan Tugas akhir ini bisa bermanfaat bagi pembaca. Semarang, 7vii DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL ... i HALAMAN PENGESAHAN ... ii HALAMAN MOTTO DAN PERSEMBAHAN ... iii 8viii Intermitten ... 27 Wash ... 28 C. Mengidentifikasi penyebab gangguan dan cara mengatasinya . 30 BAB IV. PENUTUP A. Simpulan ... 34 B. Saran ... 35 DAFTAR PUSTAKA 9ix Gambar 24. Auto stop switch dan camplate pada motor wiper ... 25 Gambar 25. Wiring pada posisi intermitten ... 26 Gambar 26. Wiring pada posisi autostop ... 27 10x DAFTAR LAMPIRAN Lampiran 1. Foto Dokumentasi Gb. Rangkaian sistem wiper dan washer tampak depan ... 36 Gb. Rangkaian sistem wiper dan washer tampak samping 111 BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Ilmu pengetahuan selalu berkembang dari hari ke hari dengan pesat terutama di bidang Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Terapan. Teknologi otomotif merupakan salah satu bidang yang perkembangan teknologinya selalu mengikuti perkembangan zaman dan tuntutan konsumen. Perkembangan teknologi otomotif didasarkan pada tiga hal pokok yaitu kenyamanan, keamanan dan ramah lingkungan. Suatu mobil dapat dikatakan baik bila dalam pemakaiannya dapat memberikan rasa nyaman, aman serta ramah terhadap lingkungan sekitar. Diantarannya kemajuan teknologi pada mobil yang semakin pesat dan canggih adalah sistem kelistrikan. Sistem kelistrikan sendiri pada mobil terbagi dalam kelistrikan engine dan kelistrikan body. Sistem wiper dan washer merupakan bagian dari kelistrikan body yang terus mengalami perkembangan. Setiap kendaraan keluaran terbaru pasti akan membuat sistem wiper dan washer lebih sempurna dari sebelumnya dengan beberapa perbaikan – perbaikan dari sistem yang ada. 122 depan dan belakang agar menjaga penglihatan pengemudi. Wiper terdiri dari wiper blade, wiper arm, wiper motor , wiper link yang saling berhubungan satu bagian dengan bagian yang lain. Beberapa model memiliki wiper blade dengan fin yang terpasang pada sisi pengemudi untuk menghasilkan sapuan yang baik selama mobil berkecepatan tinggi. Sebagai alat bantu dari wiper dilengkapi dengan washer pencuci yang memancarkan cairan washer liquid ke kaca. Washer terdiri dari washer tank, washer motor, washer tube, washer nozzle. Sistem wiper dan washer yang modern kini dilengkapi sistem intermittent. Intermittent memungkinkan penggunaan wiper secara terputus-putus yang kerjanya diatur oleh relay pengontrol. Oleh karena itu kita perlu mengetahui fungsi dari masing-masing mekanisme tersebut agar dapat mengatasi gangguan-gangguan yang mungkin terjadi pada asesoris mobil khususnya wiper dan washer . Ada berbagai jenis sistem wiper ditemukan dalam kendaraan. Untuk mengatasi problem/ masalah sistem wiper dan washer yang beragam jenis/merk itu, dan menghadapi kemungkinan ada sistem wiper dan washer yang lebih canggih, maka kita perlu mempelajari sistem yang konvensional terlebih dahulu Jenis NISSAN serena ini termasuk yang paling populer dan konvensional. Berdasarkan uraian tersebut, maka judul yang dimbil dalam tugas akhir ini adalah 133 B. Permasalahan 1. Bagaimana rangkaian dan cara kerja wiper dan washer? 2. Bagaimana fungsi dari tiap komponen wiper dan washer? 3. Bagaimana mengidentifikasi penyebab gangguan dan mengatasinya pada sistem wiper dan washer? C. Tujuan 1. Mengetahui rangkaian dan cara kerja wiper dan washer 2. Mengetahui fungsi dari tiap komponen wiper dan washer 3. Dapat mengidentifikasi penyebab gangguan dan mengatasinya pada sistem wiper dan washer D. Manfaat 1. Mengerti akan cara kerja dan fungsi dari setiap komponen wiper dan washer 2. Mengenal jenis kerusakan pada wiper dan washer beserta cara pengetesannya. 3. Bagi pembaca dapat menambah wawasan dan pengetahuan tentang wiper dan 144 BAB II TINJAUAN PUSTAKA A. Dasar Teoritis Wiper dan washer merupakan alat yang sangat penting dan erat hubungannya dengan segi keselamatan, karena keberadaannya untuk menjamin 155 pembersih kaca dikontrol oleh saklar yang ditempatkan dalam panel kolom kemudi. B. Prinsip motor listrik Gambar 01. Motor listrik Pada motor listrik tenaga listrik diubah menjadi tenaga mekanik. Sebagaimana kita ketahui bahwa kutub-kutub dari magnet yang senama akan tolak-menolak dan kutub-kutub tidak senama, tarik-menarik. Maka kita dapat memperoleh gerakan jika kita menempatkan sebuah magnet pada sebuah poros yang dapat berputar, dan magnet yang lain pada suatu kedudukan yang tetap 166 Gambar 02. Arah gaya elektromagnet Garis-garis gaya magnet diatas konduktor adalah lebih kecil karena fluksi magnet yang dihasilkan oleh magnet. Arahnya berlawanan dengan arah fluksi yang dihasilkan arus listrik. Sebaliknya garis-garis gaya magnet dibawah konduktor adalah lebih besar karena arah-arahnya sama/ searah. 177 Garis gaya magnet cenderung menjadi lurus. Tendensi ini dibawah konduktor lebih kuat dari pada atasnya, sehingga konduktor terdorong keatas. Gaya ini disebut gaya electromagnet. Arah gaya electromagnetik ditentukan dari kaidah tangan kiri Fleming. Untuk memahami kaidah ini bukalah tangan kiri dengan menunjukkan ibu jari tegak lurus jari telunjuk. Kemudian tunjukkan jari telunjuk searah dengan flluksi magnet. Dan jari tengah searah dengan arah arus listrik maka arah ibu jari akan menunjukkan arah gaya elektromagnetik atau arah gerakan konduktor Bila arus mengalir dalam suatu penghantar conductor medan magnet akan bangkit pada arah yang terlihat pada ilustrasi dibawah sesuai kaidah amper dari ulir kanan. Ketika arus listrik searah dengan gerakan sekrup ulir kanan saat diputar masuk, fluksi magnet yang dihasilkan searah dengan gerakan memutar dari sekrup Gambar 04. Arah medan magnet 188 menyebabkan magnetic plug bertambah dibagian bawah penghantar dan berkurang dibagian atas penghantar . Akibatnya dari hal ini penghantar akan memperoleh gaya yang cenderung mendorongnya ke atas Gambar 05. Garis gaya magnet yang berpotongan Sebuah lilitan kawat yang diletakkan diantara kutub magnet permanen akan mulai berputar bila diberi arus. Hal ini disebabkan arus mengalir pada masing-masing lilitan dengan arah yang berlawanan. Jadi gaya yang saling memotong dari lilitan dengan dari magnet itu sendiri. Akibatnya lilitan kawat akan berputar searah dengan jarum jam. 199 BAB III PEMBAHASAN A. Rangkaian dan cara kerja wiper dan washer Gambar 07. Rangkaian kelistrikan body wiper dan washer 2010 Sistem wiper dan washer memiliki fungsi yang sangat penting dan erat hubungannya dengan keselamatan seseorang, karena untuk menjamin agar pandangan pengendara tidak terhalang oleh suatu benda seperti air hujan, salju, dan benda yang dapat mengendap pada permukaan kaca. Sebagai alat bantu dari wiper dilengkapi dengan washer yang memancarkan cairan ke kaca. Ketika kunci kontak on arus mengalir dari baterai sumber arus menuju fuse / sekering yang berfungsi sebagai pengaman ketika terjadi overload/ konsleting. Setelah itu arus menuju saklar, pengunaan saklar mudah sekali, biasanya hanya dengan menaikkan, menurunkan atau menekan tuas saklar sebelah kiri di bawah stir pengemudi. Dari saklar ini pengemudi menentukan switch yang dipilihnya apakah ingin menyemprotkan air dengan washer atau menggunakan wiper kecepatan rendah, intermitten ataupun tinggi. B. Fungsi tiap-tiap komponen wiper dan washer 1 Komponen wiper a. Saklar Saklar ini merupakan unit saklar kombinasi. Motor wiper dioperasikan dengan menggeser knob tombol dan penyemprot air dengan menekannya. Bagian saklar wiper mempunyai beberapa posisi yaitu 1 OFF 2111 4 INT intermittent, ini memungkinkan penggunaan wiper yang terputus-putus, kerjanya diatur oleh relay pengontrol wiper yang mengatur kerja relay magnet. Wiper akan bekerja satu kali kemudian berhenti beberapa saat untuk bergerak kembali. Gambar 08. Saklar kombinasi b. Motor Wiper 2212 Gambar 09. Motor wiper Motor wiper befungsi untuk menghasilkan tenaga putar terdiri dari 1. Yoke Housing Yoke terbuat dari logam yang berbentuk silinder dan 3. Ferrite magnet magnet permanen yang menempel pada field coil 4. Contact point titik kontak antara cam plate dengan motor 5. Worm gear gear penghubung motor dengan cam plate 6. Cam plate berfungsi sebagai pemutus aliran arus bila cam ini bertemu dengan titik kontak poin 7. Brush berfungsi untuk meneruskan arus listrik dari field coil ke armature 2313 8. Low speed brush brush untuk kecepatan rendah 9. High speed brush brush untuk kecepatan tinggi 10. Common brush massa brush Pada gambar di atas adalah potongan daripada motor wiper. Fungsi dari motor wiper adalah sebagai penggerak. Wiper blade pembersih kaca. Motor wiper adalah motor listrik yang dikombinasikan dengan magnit alam ferrite magnet. Sebagai stator dan armature sebagai rotornya. Pada poros rotor ditumpu oleh 2 buah bola yang dapat memperhalus suara memperlambat putaran, ujung poros terdapat gigi yang menggerakkan gigi penggerak wiper blade. Pada gigi tersebut terdapat plat nok camplate yang berfungsi sebagai autostops atau pemberhentian terakhir. c. Tuas wiper wiper link 2414 Gambar 10. Tuas wiper d. Rangkaian Lengan Wiper wiper arm Wiper arm terdiri dari head untuk mengikatnya pada wiper shaft, sebuah pegas untuk menahan blade, arm piece untuk pemasangan blade dan retainer untuk menahan keseluruhannya. Gambar 11. Lengan wiper wiper arm e. Wiper blade Wiper blade terdiri dari sebuah karet untuk menyapu permukaan kaca, 2515 Gambar 12. Wiper Blade 2 Komponen Washer Washer berfungsi untuk menyempurnakan fungsi wiper blade dan mengurangi beban motor dengan membersihkan debu dan binatang-binatang kecil dari kaca depan dan belakang dengan cairan pembersih. Washer tipe listrik terdiri dari tangki washer, motor, selang dan nozzle. Gambar 13. Komponen sistem washer a. Tangki Washer 2616 Gambar 14. Tangki washer washer tank b. Motor Washer pompa Motor washer berfungsi untuk menggerakkan pompa, mengeluarkan cairan pembersih dari tangki. Ada dua jenis tipe motor washer yaitu tipe wound-rotor dan ferrite magnet, tetapi yang paling banyak digunakan adalah tipe ferrite magnet. Gambar 15. Motor washer pompa 2717 c. Nozzle Nozzle dibuat dari pipa tembaga, aluminium atau resin dengan satu atau dua lubang. Dewasa ini hanya digunakan nosel resin dengan lubang penyetelan. Gambar 16. Nozzle Diameter lubang orifice 0,8-0,10 mm dan jumlahnya satu atau dua buah. Jenis yang normal mempunyai bentuk pengeluaran dari masing-masing lubang tanpa penyebaran. d. Cairan Washer pembersih Cairan washer terdiri dari cairan anti beku, zat anti karat anti corossive agent. Penggunaan cairan harus tidak merusak karet washer, atau cat kendaraan. 3 Sekering 2818 dan meleleh karena kelebihan kapasitas. Jadi kekuatan timah tersebut diukur sesuai dengan kekuatan komponen listrik yang dibutuhkan. Dalam rangkaian pengkabelan sekering berfungsi sebagai pengaman utama atau dapat menghindari terjadinya konsleting. Gambar 17. Sekering 4 Connector / Soket Connector berfungsi untuk menghubungkan 2 jaringan atau jaringan kabel dengan komponen. Soket/conncector mempunyai pengunci supaya tidak lepas pada waktu kendaraan sedang berjalan. Connector dibagi dalam 2 jenis yaitu connector lelaki dan connector perempuan. Gambar 20. Connector 2919 5 Baterai Baterai atau biasa yang disebut dengan “accu” bekerja dengan cara menggabungkan sel-sel secara seri satu dengan yang lain sehingga membentuk voltase yang diinginkan. Sel-sel tersebut mengandung asam dan menghasilkan daya voltase output hampir 2,1 Volt tiap selnya, jadi jika suatu baterai mempunyai 6 sel, maka voltase dari baterai tersebut ± 12 Volt. Jika suatu baterai menggunakan tipe basah, maka kita harus selalu memeriksa keadaan air dan harus rajin menambah air accu apabila sudah mulai berkurang. Ukuran dari air aki harus diantara upper dan lower. Sedangkan untuk tipe baterai kering tidak ada perawatan secara khusus jadi jika kondisi baterai sudah menurun maka harus diganti. Fungsi utama dari baterai yaitu sebagai penyimpan arus yang diterima dari alternator sehingga arus yang diberikan ke komponen-komponen kelistrikan tetap stabil. 3020 a. Reaksi kimia pada waktu baterai mengeluarkan arus discharger PbO2 + 2H2SO4 + Pb  PbSO4 + 2H2O + PbSO4 Pelat+ electrolite pelat- pelat+ air pelat- Pelat positif maupun negatif bergabung dengan SO4, sehingga membentuk PbSO4. Dengan adanya reaksi tersebut H2SO4 sedikit demi sedikit berubah menjadi H2O. Akibatnya berat jenisnya akan turun karena konsentrasinya electrolite berkurang. b. Reaksi kimia pada waktu baterai diisi charger PbSO4 + 2H2O + PbSO4  PbO2 + 2H2SO4 + Pb Pelat+ electrolite pelat- pelat+ air pelat- 3121 6 Sistem wiper dan washer Troubleshooting pada sistem wiper dan washer juga perlu dilakukan ketika mengalami kerusakan komponen, yang dimaksud troubleshooting disini diantaranya mengidentifikasi penyebab gangguan dan cara mengatasinya. Untuk mengatasi berbagai gangguan tersebut diperlukan wiring diagram, agar dapat diselesaikan dengan cepat dan tepat. Adapun wiring diagram dan cara kerja dari sistem tersebut adalah o LO Low speed o HI high speed o AUTOSTOP o INTERMITTEN 323323 Penggunaan wiper pada kecepatan ini biasanya pada saat cuacanya sedang/gerimis. Dengan begitu pandangan pengemudi tidak terhalang lagi oleh air. Bila wiper switch berada pada kecepatan rendah low-speed, arus mengalir ke motor wiper Lo seperti yang diperlihatkan dalam diagram sehingga wiper bekerja pada kecepatan rendah. Cara kerja tegangan mengalir dari baterai + melewati fuse/sekring diteruskan ke terminal 1 front wiper motor lalu ke kumparan Lo motor wiper selanjutnya ke terminal 3 motor wiper kemudian terminal 14 front wiper switch kemudian terminal 14 terhubung dengan tegangan negatif melalui terminal 17 front wiper switch dan massa. Sehingga motor bergerak pada kecepatan rendah 3424 HI high speed Gambar 23. Wiring pada posisi high speed Biasanya posisi ini digunakan pada saat hujan yang lebat, pada saat itu pandangan pengemudi hampir tidak kelihatan. Maka pengemudi memerlukan wiper pada posisi ini agar tidak menghalangi pandangan. Bila wiper switch 3525 seperti yang diperlihatkan dalam diagram sehingga wiper bekerja pada kecepatan tingggi. Cara kerja tegangan mengalir dari Baterai + melewati fuse/sekring diteruskan ke terminal 1 front wiper motor lalu ke kumparan Hi motor wiper selanjutnya ke terminal 2 motor wiper kemudian terminal 16 front wiper switch selanjutnya terminal 16 terhubung dengan tegangan negatif melalui terminal 17 front wiper switch dan massa. Sehingga motor bergerak pada kecepatan tinggi dan wiper blade pun bergerak pada kecepatan tinggi pada kaca mobil Auto stop Auto stop dapat bekerja berkata adanya sebuah camplate yang terpasang di dalam box motor wiper. Cam ini bekerja sebagaimana saklar on-off yang bertugas untuk memberikan suplai tegangan negatif ke kumparan motor wiper pada saat switch wiper sudah berada pada posisi off. Hal ini akan membuat motor wiper akan selalu berhenti berputar pada posisi netral tidak menyeka kaca berada di bawah kaca 3626 Kumparan Lo akan mendapat tegangan meskipun switch wiper sudah berada pada posisi off. Tegangan untuk kumparan Lo tidak lagi didapatkan dari terminal 17 melainkan melalui terminal 13 front wiper switch, terminal 6 motor wiper, dan ground di terminal 4 motor wiper 3727 INT. intermittent Gambar 26. Wiring pada posisi intermitten Intermittent adalah penggunaan wiper yang terputus-putus jalannya. 3828 oleh adanya fungsi timer yang terpogram di dalam control unitnya. Relay ini akan menghubungkan terminal 14 dan 17 wiper switch, sesaat setelah relay on maka relay off kembali. Setelah hubungan antara terminal 14 dan 17 terputus maka fungsi autostop akan kembali bekerja. Di dalam timer yang tergabung dengan relay wiper ada sebuah relay kecil dan sebuah tsirkuit transistor, termasuk capasitor dan resistor. Aliran arus yang ke motor wiper dikontrol oleh internal relay ini sebagai reaksi terhadap signal dari wiper switch. Cara kerja timer kurang lebih seperti pada lampu flip flop, yaitu jika tegangan masuk dalam timer maka salah satu dari transistor akan berada dalam kondisi on. Kondisi ini akan tergantung pada kapasitor mana yang memiiki muatan lebih tinggi akan melepaskan muatan listrik lebih dulu sehingga transistor yang kaki basisnya terhubung dengan kapasitor tersebut akan berada dalam kondisi on, sementara transistor on akan menyebabkan kapasitor yang terhubung dengan kaki kolektor terisi muatan. Dan transistor yang lain akan berada dalam kondisi off WASH Penggunaan semprotan air pada kaca mobil oleh washer ditujukan agar kaca mobil tidak terlalu kesat, sehingga wiper blade menyapu kaca dengan lancar. Washer memancarkan airnya pada saat wiper bergerak awal dan seterusnya washer tidak memancarkan airnya lagi 3929 motor lalu ke kumparan Lo motor selanjutnya terminal 2 front washer motor diteruskan ke terminal 18 front washer switch kemudian terminal 18 terhubung dengan tegangan negatif melalui terminal 17 front wiper switch 4030 Keterangan angka 1 menunjukkan soket terminal 1 front wiper/ washer 2 menunjukkan soket terminal 2 motor wiper/ washer 3 menunjukkan soket terminal 3 motor wiper 4 menunjukkan terminal yang menuju massa 6 menunjukkan terminal penghubung terminal 13 dengan camplate 14 menunjukkan soket terminal pada kecepatan low 16 menunjukkan soket terminal pada kecepatan high 17menunjukkan soket terminal yang menuju massa ground C. Mengidentifikasi penyebab gangguan dan cara mengatasinya . Sistem wiper dan washer dalam pemakaiannya selalu difungsikan terus menerus yang menyebabkan kemampuan dan kualitas komponen mengalami penurunan sehingga diperlukan adanya pemeriksaan, perawatan dan perbaikan. Bila gejala dari suatu masalah diketahui penyebabnya harus segera dipastikan dan tetap dengan cara yang ditentukan. Untuk sistem wiper dan washer problem dapat dikatagorikan sebagai berikut 4131 1. Sistem wiper dan washer tidak dapat bekerja Periksa tegangan baterai apabila baterai lemah maka cek sistem pengisian. Bila sistem pengisian tidak baik maka ganti baterai atau isi ulang air accu pada baterai. Apabila sudah diperiksa tegangan baterai tapi masih tidak dapat bekerja maka langakah selanjutnya adalah meriksa kabel pada tegangan positif baterai atau kabel massa dari pengencangan baut yang longgar, apabila longgar maka kencangkan. setelah itu periksa fuse, kemungkinan longgar atau putus, apabila longgar maka kencangkan dan apabila putus diganti. kemudian periksa terminal/ konektor kemungkinan ada yang longgar/ putus. Bila belum juga bekerja berarti periksa motor wiper/ washer dengan mengetesnya pada baterai apabila rusak maka di ganti Periksa tegangan baterai Periksa kabel baterai Periksa sistem pengisian Periksa fuse Ganti fuse 4232 2. Motor wiper tidak dapat bekerja pada Low speed Periksa fuse/sekering dan kabel dari kemungkinan longgar atau putus, apabila longgar maka kencangkan dan apabila putus maka diganti, langkah berikutnya adalah memeriksa terminal/konektor dari kemungkinan ada yang longgar/ putus. Apabila masih belum bekerja maka periksalah motor wiper dengan cara mengetesnya pada baterai, apabila rusak maka diganti 3. Motor wiper tidak dapat bekerja pada high speed Periksa fuse dan kabel dari kemungkinan longgar atau putus, apabila longgar maka kencangkan dan apabila putus diganti. Setelah itu periksalah terminal/ konektor kemungkinan ada yang longgar/ putus. apabila belum juga Periksa fuse Ganti fuse Periksa terminal/ konektor Periksa motor wiper Periksa fuse Ganti fuse Periksa terminal/ konektor Perbaiki/ diganti Periksa motor Perbaiki/ ganti Perbaiki/ ganti 4333 dapat bekerja maka langkah yang terakhir adalah memeriksa motor, apabila motor rusak maka diganti 4. Motor wiper tidak dapat bekerja pada intermitten Periksa fuse dan kabel dari kemungkinan longgar atau putus, apabila longgar maka kencangkan dan apabila putus diganti. Setelah itu periksa terminal/ konektor kemungkinan ada yang longgar/ putus. Apabila wiper amplifier rusak maka diganti. 5. Motor washer tidak dapat bekerja. . Periksa fuse dan kabel dari kemungkinan longgar atau putus, apabila longgar maka kencangkan dan apabila putus diganti kemudian periksa terminal/ konektor kemungkinan ada yang longgar/ putus. Apabila motor washer rusak maka diganti Perbaiki/ ganti Periksa terminal/ konektor Ganti fuse Periksa fuse Wiper amplifier rusak Ganti wiper amplifier 4434 BAB IV PENUTUP A. Simpulan Dari uraian laporan di atas tentang sistem wiper dan washer pada mobil Nissan Serena dengan, maka dapat disimpulkan sebagai berikut 1. Sistem wiper dan washer berfungsi untuk menghapus benda/kotoran-kotoran yang menempel di kaca kendaraan, sehingga pandangan pengendara tidak terhalang. 2. Komponen sistem wiper dan washer meliputi baterai, konektor, saklar, sekring, motor wiper, tuas wiper blade, lengan wiper, tangki washer, motor washer, washer dan washer nozzle. 4535 B. Saran 1. Pastikan sistem wiper dan washer bekerja dengan baik sebelum berkendara demi keselamatan. 2. Jangan mengoperasikan motor washer secara terus-menerus melebihi 20 detik untuk mencegah kumparan terbakar karena terlalu panas. Hal ini disebabkan oleh konstruksi dari motor wiper yang sangat kecil dan langsung mendapat arus dari baterai, menyebabkan kumparan tidak cukup mampu menerima arus yang besar secara terus-menerus dari baterai. 3. Isilah selalu tangki washer karena mengoperasikan washer tanpa cairan pembersih dalam tangki menyebabkan motor berputar pada kecepatan tinggi kemungkinan menimbulkan gangguan pada motor atau pompa. 4. Cairan washer sebaiknya menggunakan cairan khusus yang dilengkapi zat-zat yang membantu mempermudah membersihkan kaca seperti detergent dan anti karat. Jika menggunakan air biasa proses penghapusan kotoran akan kurang maksimal. 4636 DAFTAR PUSTAKA Anonim. 1992. STEP 2 Elektrikal Bodi. Jakarta PT Nissan Motor Indonesia Rijono, Jon. 1997. Dasar Teknik Listrik. Yogyakarta Andi. Toyota Astra Motor. 1994. Electrical Group Step 2. Jakarta PT. Toyota-Astra Motor Wiper dan washer adalah seperangkat komponen pada mobil yang berfungsi untuk membersihkan kaca depan kendaraan secara efektif. Selain untuk membesihkan kaca depan dari debu atau kotoran yang menempel, wiper juga berfungsi untuk mengusap air yang menghalangi penghlihatan pengemudi saat hujan turun. Tanpa wiper, bisa berbahaya saat hujan karena air hujan pasti akan menghalangi penglihatan pengemudi. Lalu bagaimana cara kerja wiper ? mengapa bisa wiper mengusap kaca mobil dengan gerakan bolak balik yang pas dengan ukuran kaca ? mengapa pula kecepatan wiper bisa rendah dan bisa tinggi ? Semua pertanyaan diatas akan kita temukan jawabannya di artikel ini. Prinsip Kerja Wiper Untuk mengusap air pada kaca, wiper dilengkapi dengan blade yang memiliki bahan seperti karet yang mampu mengusap air pada permukaan kaca. Untuk menimbulkan pergerakan wiper blade yang bolak-balik maka dibuatlah sebuah mekanisme. Mekanisme ini menggunakan sumber tenaga motor listrik, kita tahu sendiri kalau motor listrik akan mengubah energi listrik pada aki menjadi energi putar. Inilah tujuan penerapan mekanisme wiper, agar gerakan putaran dari motor wiper bisa diubah menjadi gerakan bolak balik. Mekanisme ini menggunakan sebuah crank rod yang akan mengubah gerakan putaran menjadi gerakan maju mundur seperti ayunan. Untuk membagi gerakan maju mundur ini maka dibuatlah rangkaian wiper link yang akan menghubungkan crank rod dengan kedua wiper arm. Untuk membuat gerakan wiper blade pas dengan kaca, ini sudah diset dari pabrikan. Artinya kalau sistem wiper mobil A dipakai pada mobil B otomatis tidak akan pas. Lalu Bagaimana Rangkaian Kelistrikan Wiper ? Saat mengaplikasikan sistem wiper, biasanya ada beberapa mode pada saklar. Ada mode intermitten, mode low speed, dan mode high speed. Mode low speed artinya wiper bergerak dengan kecepatan rendah, high speed artinya wiper bergerak pada kecepatan tinggi dan intermitten artinya wiper hanya bergerak satu kali pada interval waktu tertentu biasanya intermitten ini digunakan saat gerimis. Semua mode itu, dapat terlaksana karena ada pengaturan skema kelistrikan wiper. Memang, sumber tenaga wiper itu dari motor listrik namun untuk membuat putaran motor listrik bervariasi maka diperlukan skema kelistrikan yang diatur sedemikian rupa. 1. Saat saklar wiper off Gambar diatas menunjukan rangkaian motor wiper saat belum dinyalakan atau saat saklar pada posisi OFF. Saat seperti ini, tidak ada aliran listrik ke motor wiper karena relay wiper motor juga tidak ada yang terhubung sehingga wiper tidak berfungsi. 2. Saat saklar wiper low speed Ketika kita putar saklar wiper ke low speed, maka relay low speed wiper akan terhubung sehingga arus listrik dari baterai langsung mengalir melewati relay dan menuju wiper. Pada wiper, arus listrik akan masuk ke low speed brush. Sehingga wiper akan bekerja dengan kecepatan rendah. 3. Saat saklar wiper high speed Ketika kita putar lagi saklar wiper ke level high speed, maka relay low speed wiper akan terputus namun relay high speed wiper akan tersambung. Sehingga meski pada low speed brush tidak ada aliran listrik, namun ada aliran listrik baru pada terminal high speed brush. Sehingga wiper akan bekerja dengan kecepatan lebih tinggi. Bagaimana Dengan Washer ? Washer itu sebenarnya bekerja seperti pompa mini, dimana pada tanki washer terdapat electric washer pump yang akan memompa air washer dengan tekanan tertentu. Dari washer pump, terdapat serangkaian selang yang akan mengalirkan air pompaan washer menuju depan kaca mobil. Sehingga ketika kita aktifkan saklar washer, air dapat menyembur keluar dari bagian depan kaca mobil. Rangakaian kelistrikannya juga sangat sederhana karena hanya menggunakan single function switch atau saklar dengan fungsi tunggal. Anda bisa melihat rangakaiannya pada gambar diatas. Itu saja artikel singkat tentang cara kerja wiper dan washer pada mobil. Semoga bisa menambah wawasan kita semua. Cara Kerja Wiper Dan Washer. Mode low speed artinya wiper bergerak dengan kecepatan rendah, high speed artinya wiper bergerak pada kecepatan tinggi dan intermitten artinya wiper hanya bergerak satu kali pada interval waktu tertentu biasanya intermitten ini digunakan saat gerimis.Semua mode itu, dapat terlaksana karena ada pengaturan skema kelistrikan wiper. Memang, sumber tenaga wiper itu dari motor listrik namun untuk membuat putaran motor listrik bervariasi maka diperlukan skema kelistrikan yang diatur sedemikian diatas menunjukan rangkaian motor wiper saat belum dinyalakan atau saat saklar pada posisi OFF. Saat seperti ini, tidak ada aliran listrik ke motor wiper karena relay wiper motor juga tidak ada yang terhubung sehingga wiper tidak kita putar saklar wiper ke low speed, maka relay low speed wiper akan terhubung sehingga arus listrik dari baterai langsung mengalir melewati relay dan menuju wiper. Sehingga wiper akan bekerja dengan kecepatan kita putar lagi saklar wiper ke level high speed, maka relay low speed wiper akan terputus namun relay high speed wiper akan tersambung. Sehingga wiper akan bekerja dengan kecepatan lebih itu sebenarnya bekerja seperti pompa mini, dimana pada tanki washer terdapat electric washer pump yang akan memompa air washer dengan tekanan tertentu. . Rangkaian dan Cara Kerja Wiper dan Washer pada Mobil Wiper terdiri dari motor wiper, wiper link, wiper arm, dan wiper blade. KOMPONEN SISTEM WIPER WASHERSistem wiper dan washer mempunyai rangkaian kelistrikan yang sederhana serta komponennya hanya sedikit, sehingga mudah dalam memahami bagaimana prinsip kerja dari sistem wiper dan washer. Wiper armWiper arm terdiri dari head untuk mengikatkan wiper arm dengan wiper link, sehingga gerakan yang dihasilkan oleh motor wiper sampai ke wiper arm. RANGKAIAN WIPER WASHERPrinsip kerja sistem wiper dan washer terdiri dari beberapa tahapan sesuai dengan posisi saklar wiper dan washer. Saklar washer pada posisi ONApabila saklar washer berada pada posisi ON, maka arus mengalir dari baterai → kunci kontak → sekering → motor washer → terminal W pada saklar wiper dan washer → saklar posisi WASHER→ terminal EW wiper dan washer → massa. . Wiper Mobil Komponen, Fungsi dan Cara Kerjanya Komponen Wiper MobilWiper mobil memang terdiri dari berbagai komponen penyusun seperti wiper blade, wiper link, saklar wiper, motor wiper dan wiper arm atau lengan wiper. Motor WiperMotor Wiper menjadi salah satu bagian dari sistem wiper yang berguna untuk menggerakan wiper secara otomatis dan motor wiper yang banyak dipakai biasanya memakai magnet yang dilengkapi dengan gigi reduksi. Wiper link akan membuat wiper arm bekerja dengan setengah lingkaran yang mengelilingi poros pivot. Wiper ArmWiper Arm atau lengan wiper biasanya terdiri dari head yang berguna buat mengikat wiper arm dengan wiper shaft. Setelah memahami cara kerja, komponen dan fungsi detail wiper mobil maka sebaiknya rawat wiper sebaik mungkin dan rajin membersihkannya. . Fungsi Dan Cara kerja Sistem Wiper Pada Mobil Mekanisme tersebut memanfaatkan sumber tenaga putar dari sebuah motor listrik, motor listrik atau motor wiper ini akan mengubah energi listrik dari baterai menjadi energi gerak berupa gerak putar. Mekanisme wiper menggunakan sebuah crank rod yang akan mengubah gerakan putar motor wiper menjadi gerakan maju mundur atau bolak-balik pada wiper blade. Saat seperti ini, tidak ada aliran listrik ke motor wiper karena relay wiper motor juga tidak ada yang terhubung sehingga wiper tidak berfungsi. Pada Saat Saklar Wiper Posisi Mode Low SpeedKetika kita putar saklar wiper ke low speed, maka relay low speed wiper akan terhubung sehingga arus listrik dari baterai langsung mengalir melewati relay dan menuju wiper. Pada Saat Saklar Wiper Posisi Mode High SpeedKetika kita putar lagi saklar wiper ke level high speed, maka relay low speed wiper akan terputus namun relay high speed wiper akan tersambung. . Mengenal Rangkaian Kelistrikan Sistem Wiper Dan Washer Serta Yang membedakan antara sistem washer dan wiper adalah motor washer, selang, dan nozle,Motor washer berfungsi untuk menekan atau memompa air dari washer reservoir agar dapat menyemprot pada nozle. Cara Kerja Rangkaian Kelistrikan Sistem Wiper Dan WasherDalam rangkaian kelistrikan wiper washer terdapat berbagai kecepatan. Saat kecepatan LowArus yang stanby di terminal 4 akan dialirkan menuju terminal 2 +1 → motor wiper → massa, sehingga motor wiper bergerak lambat. Saat kecepatan HighArus yang stanby di terminal 4 akan dialirkan menuju terminal 3 +2 → motor wiper → massa, sehingga motor wiper bergerak cepat. Berikut cara kerjanyaBattery ignition switch “ON” wiper fuse 4 INT Relay → 2 INT Relay → -S wiper switch → +1 wiper switch → +1 wiper motor → wiper motor → E wiper motor → massa - Wiper bergerak lambat. . PPT Wiper dan Washer uses cookies to personalize content, tailor ads and improve the user experience. By using our site, you agree to our collection of information through the use of cookies. To learn more, view our Privacy Policy. . Fungsi Washer Mobil Komponen & Cara Kerjanya Fungsi Washer MobilSecara garis besar, Washer berfungsi untuk membantu kinerja dari wiper. Pengoperasiaannya juga sangat mudah, hanya perlu menarik saklar wiper, washer ini sudah langsung otomatis mengikuti gerak wiper. Komponen Washer MobilBaca Juga Universal Joint Pengertian, Fungsi, dan KomponennyaSetelah mengetahui fungsi washer, Anda juga perlu mengenal apa saja komponen washer. Fungsi bagian motor washer ini adalah untuk menggerakkan pompa, jadi motor washer akan memberikan dorongan pada fluida atau larutan pembersih dari washer tank. Biasanya, tipe motor Washer memiliki bentuk wound motor juga ferrite magnet. . Artikel Hyperlocal Namun fungsi washer dibutuhkan untuk meringankan beban kerja wiper. Fungsi Washer pada MobilSistem washer umumnya ada di kaca bagian depan mobil. Cara Kerja dari Komponen Washer MobilWasher mobil memiliki berbagai macam komponen yang terkoordinasi. Cairan PembersihCairan pembersih akan dimasukkan ke dalam komponen yang disebut dengan tangki washer. Tangki WasherDalam sistem washer, tangki washer memiliki fungsi sebagai wadah untuk meletakkan cairan pembersih. . Rangkaian Wiper Dan Washer Pengertian, Komponen, & Cara Kerja Wiper terbagi dalam motor wiper, wiper link, wiper arm, dan wiper blade. Wiper armWiper arm terbagi dalam head untuk mengikatkan wiper arm dengan wiper link, hingga pergerakan yang dibuat oleh motor wiper sampai ke wiper arm. Cara Kerja Rangkaian Kelistrikan Sistem Wiper Dan WasherDalam rangkaian kelistrikan wiper washer ada beragam kecepatan. Saat cam plate tidak berjumpa karena itu motor wiper automatis mati karena tidak ada suplay arus listrik ke motor wiper. Berikut cara kerjanyaBaterai → kunci kontak ON → wiper fuse 4 INT Relay → 2 INT Relay → -S wiper switch → +1 wiper switch → +1 wiper motor → wiper motor → E wiper motor → massa – Wiper bergerak lamban. . Fungsi dan Cara Kerja Sistem Wiper pada Mobil,- Sistem Wiper pada mobil berfungsi untuk membersihkan kaca bagian depan mobil dan belakang mobil hanya pada beberapa tipe mobil tertentu yang dilengkapi wiper kaca belakang dari kotoran, debu, minyak, binatang-binatang kecil atau dari air hujan. jika mobil tidak dilengkapi dengan sistem wiper, maka pada saat mobil melintasi jalan yang sedang hujan deras maka air hujan dapat mengembun di permukaan kaca yang dapat mengakibatkan menghalangi pandangan pengemudi. Bila pandangan pengemudi terhalang maka hal ini akan membahayakan sekali karena dapat menyebabkan terjadinya resiko kecelakaan dalam berkendaraan. Gb. Sistem Wiper Pada Mobil Prinsip Dasar Kerja Wiper Pada Mobil Gb. Motor Wiper dan Mekanisme Sistem Wiper Untuk mengusap atau menyapu atau membersihkan air pada kaca depan glass windshield saat hujan, sistem wiper dilengkapi dengan komponen yang disebut blade yang memiliki bahan seperti karet yang mampu mengusap atau menyapu air hujan pada permukaan kaca. Untuk mendukung kerja pergerakan wiper blade yang bolak-balik maka sebuaj sistem wiper dilengkapi dengan sebuah mekanisme tersebut memanfaatkan sumber tenaga putar dari sebuah motor listrik, motor listrik atau motor wiper ini akan mengubah energi listrik dari baterai menjadi energi gerak berupa gerak putar. Agar gerakan ini dapat diubah menjadi gerak bolak-balik wiper blade, maka diterapkanlah sebuah mekanisme wiper. Mekanisme wiper menggunakan sebuah crank rod yang akan mengubah gerakan putar motor wiper menjadi gerakan maju mundur atau bolak-balik pada wiper blade. Untuk membagi gerakan maju mundur ini maka dibuatlah rangkaian wiper link yang akan menghubungkan crank rod dengan kedua wiper arm. Sistem wiper pada mobil biasanya terdapat 3 mode pada saklarnya yaitu mode intermitten, mode low speed, dan mode high speed, berikut penjelasan ketiga mode tersebut1. Mode low speedPada mode ini wiper akan bergerak dengan kecepatan Mode high speedPada saat ini wiper bergerak pada kecepatan Mode intermittenCara Kerja Sistem Wiper Pada Mobil Gb. Sirkuit Kelistrikan Sistem Wiper Pada Mobil 1. Pada Saat Saklar Wiper Posisi offPada gambar sirkuit diatas menunjukan rangkaian motor wiper saat belum dinyalakan atau saat saklar pada posisi OFF. Saat seperti ini, tidak ada aliran listrik ke motor wiper karena relay wiper motor juga tidak ada yang terhubung sehingga wiper tidak Pada Saat Saklar Wiper Posisi Mode Low SpeedKetika kita putar saklar wiper ke low speed, maka relay low speed wiper akan terhubung sehingga arus listrik dari baterai langsung mengalir melewati relay dan menuju wiper. Pada wiper, arus listrik akan masuk ke low speed brush. Sehingga wiper akan bekerja dengan kecepatan Pada Saat Saklar Wiper Posisi Mode High SpeedKetika kita putar lagi saklar wiper ke level high speed, maka relay low speed wiper akan terputus namun relay high speed wiper akan tersambung. Sehingga meski pada low speed brush tidak ada aliran listrik, namun ada aliran listrik baru pada terminal high speed brush. Sehingga wiper akan bekerja dengan kecepatan lebih artikel tentang cara kerja sistem wiper pada mobil. Semoga bisa menambah wawasan otomotif kita semua. Jangan lupa kunjungi juga ulasan berikut ini. LAPORAN PRAKTIK SISTEM WIPER DAN WASHER JST/OTO/OTO318/06 LISTRIK DAN ELEKTRONIKA OTOMOTIF Disusun oleh MUHAMMAD REZKY FATHURROCHIM 13504241043 KELAS A3 PENDIDIKAN TEKNIK OTOMOTIF FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA 2015 Laporan ini berjudul “SISTEM WIPER DAN WASHER” yang telah dipraktikkan dan diketahui hasil analisanya. Setelah melaksanakan praktik, mahasiswa diharapkan dapat 1. Menjelaskan prinsip kerja sistem wiper dan washer. 2. Mengukur sudut sapu wiper blade. 3. Mengukur besar kebutuhan arus motor wiper. 4. Memeriksa kondisi motor wiper. 5. Memeriksa pompa washer dan menyetel arah semprotan. 1. Alat Utama - 1 set Kabel visto 2. Alat Ukur - 1 buah Multimeter - 1 buah Amperemeter 3. Alat Bantu - 1 set Alat Tulis - 1 set Majun 4. Bahan - 1 unit stand panel rangkaian kelistrikan wiper dan washer 1. Berdoa sebelum melaksanakan kegiatan praktik. 2. Menjaga kebersihan alat, bahan, tangan, dan lingkungan praktik. 3. Hati-hati saat bekerja dengan obyek yang berhubungan dengan arus listrik dan saat menghidupkan mesin. 4. Gunakan alat praktikum sesuai dengan fungsinya. 5. Laksanakan praktikum sesuai dengan prosedur kerja. 6. Tanyakan pada instruktur apabila mengalami permasalahan praktikum. 7. Bersihkan alat dan bahan praktik, kemudian kembalikan alat dan bahan praktik ke tempat semula. 8. Bersihkan area praktik setelah selesai melakukan kegiatan praktik. Wiper penghapus kaca adalah sangat penting dipakai di sebuah kendaraan, karena erat hubungannya dengan keselamatan. Jadi, Wiper berfungsi menyapu menyeka kaca dari air hujan,lumpur dan segala kotoran. Wiper dikombinasikan dengan Washer untuk menyemprotkan cairan pembersih sehingga kerja dari Wiper lebih ringan dan cepat bersih. Dan wiper mempunyai komponen motor wiper, Tuas wiper, lengan wiper, wiper blade. Fungsi dari windshield wiper adalah salah satu aksesoris kendaraan yang penting dimana komponen ini menjamin pandangan pengemudi depan atau belakang kendaraan tidak terhalang oleh air hujan, debu, dan kotoran lainnya dengan cara disapu oleh pelantara berupa komponen penyapu yaitu wiper blade. Berikut ini tipe sistem wiper menurut fungsinya 1. Single speed wiper wiper belakang 3. Intermitten INT wiper Fungsi washer untuk menyempurnakan fungsi wiper blade dan menguarangi beban pada motor dengan membersihkan debu dan binatang-binatang kecil dari kaca depan dan belakang dengan cairan pembersih. Washer tipe listrik umumnya banyak digunakan. Tipe washer listrik terdiri dari tangki washer, motor, selang dan nozzle. Komponen windshield wiper Sistem penghapus kaca tersusun dari beberapa komponen utama diantaranya baterai accu, sekring fuse, switch, relay, motor wiper penggerak, tuas wiper, wiper arm, dan wiper blade. Gambar 01. Baterai Accu Baterai adalah komponen elektrokimia yang menghasilkan tenaga listrik melalui adanya reaksi kimia yang terjadi antara elektrolit baterai dengan plat baterai. Elektrolit baterai merupakan campuran antara asam sulfat dan air dengan komposisi campuran 36% asam sulfat dan 64% air dengan berat jenis sekitar 1,270 pada 20oC saat baterai terisi penuh. Baterai memiliki beberapa fungsi menurut kondisi kendaraan, yaitu 1 Pada saat mesin belum hidup kunci kontak ON, baterai memberikan energi listrik untuk sistem penerangan atau lampu-lampu dan aksesoris. 2 Pada saat start, baterai memberikan energi listrik untuk memutar motor starter dan sistem pengapian selama start. 3 Pada saat mesisn hidup, baterai berfungsi untuk menerima dan menyimpan energi listrik yang diberikan oleh sistem pengisian baterai. Sekering berfungsi untuk mencegah kerusakan rangkaian akibat kelebihan arus. Sekering memiliki bagian yang mudah meleleh akibat aliran arus yang berlebihan yang melebihi kapasitasnya, bagian tersebut dilindungi oleh badan sekering yang biasanya terbuat dari tabung kaca atau plastik. Kapasitas sekering yang ada adalah 0,5 A sampai 35 A dan yang paling banyak digunakan adalah 7,5 A sampai 20 A. Bagian logam yang meleleh dan putus pada sekering akan menyebabkan terjadinya rangkaian terbuka sehingga arus tidak dapat mengalir pada rangkaian tersebut dan rangkaian tidak dapat bekerja. Sekering yang dipakai kendaraan dapat dikelompokan menjadi dua macam, yaitu sekering tipe tabung kaca cartridge dan sekering tipe bilah blade. Sekering tipe tabung kaca berbentuk silinder yang didalamnya terdapat elemen logam pengaman yang terhubung dengan bagian ujung penutup sekering yang terbuat dari logam yang akan terputus apabila dialiri arus berlebih, sedangkan sekering tipe bilah berbentuk pipih dengan dua kaki yang dapat diselipkan pada dudukan sekering. Kaki sekering tersebut saling terhubung satu sama lain melalui elemen logam tipis sebagai elemen pengaman yang akan meleleh apabila dialiri arus berlebih. Sekering tipe bilah adalah model sekering yang sekarang banyak digunakan pada kendaraan bermotor baik roda empat maupun roda dua, untuk sekering tipe tabung kaca digunakan pada kendaraan keluaran lama. Saklar berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus pada suatu rangkaian. Ada beberapa jenis saklar yang digunakan pada kendaraan, salah satunya adalah Saklar Kombinasi Saklar kombinasi merupakan gabungan dari saklar putar, tekan dan tuas. Gambar 03. Saklar Kombinasi Relay berfungsi sebagai penghubung dan pemutus arus secara elektromagnetik. Berdasarkan pada prinsip dasar cara kerjanya, relay dapat bekerja karena adanya medan magnet yang digunakan untuk menggerakkan saklar. Saat kumparan diberikan tegangan sebesar tegangan kerja relay maka akan timbul medan magnet pada kumparan karena adanya arus yang mengalir pada lilitan kawat. Kumparan yang bersifat elektromagnet ini kemudian akan menarik saklar dari kontak NC ke kontak NO. Jika tegangan pada kumparan dimatikan maka medan magnet pada kumparan akan hilang sehingga pegas akan menarik saklar ke kontak NC. Penggunaan motor wiper berfungsi sebagai penggerak yang berasal dari lilitan coil yang menimbulkan pembangkit elektro magnetik, akibat dari induksi elektro magnetik ini akan menghasilkan energi putar. Gambar 05. Motor Wiper Berfungsi untuk merubah gerak putar yang dihasilkan motor wiper menjadi gerak tranlasi poros wiper. Motor wiper adalah motor listrik yang dikombinasikan dengan magnet alam dengan stator dan armature sebagai rotornya, dimana mekanisme geraknya adalah bila motor digerakan maka akan menggerakan crank arm, batang penghubung tarik-dorong dihubungkan dengan crank arm, sehingga arm akan bergerak setengah lingkaran. Lingking rodlain yang terdapat pada kerja arm akan membuat gerakan penghapus setengah lingkaran secara pararel. Gambar 06. Tuas Wiper g. Lengan Wiper Wiper Arm Kontruksi wiper arm tersusun dari arm head, retainer, arm piece dimana komponen tersebut mempunyai fungsi tertentu seperti a Arm head berfungsi sebagai pengunci pada wiper shaft. b Retainer berfungsi untuk menahan blade. c Arm piece berfungsi sebagai dudukan blade dan retainer. Gambar 07. Lengan Wiper Fungsi dari wiper blade berfungsi untuk menyapu secara langsung bagian permukaan kaca yang terpasang pada wiper arm. Gambar Blade 1. Mempersiapkan alat, bahan dan rangkaian sistem wiper 2. Melepas kabel pada konektor switch wiper, dengan menggunakan ohm meter. Dan mengidentifikasi kabel sumber tegangan dan kabel untuk masing-masing tingkat kecepatan 3. Melepas konektor pada motor wiper, mengidentifikasi kabel-kabel pada semua tingkat kecepatan dan posisi pada konektornya 4. Memutar “ON” switch wiper, amati kerja wiper blade dan memberi tanda daerah operasi wiper blade atau batas geraknya 5. Memutar “OFF” switch wiper, mengukur sudut wiper blade yang telah d bei tanda 6. Mengukur tinggi berhentinya blade terhadap dasar kaca, stel tinggi blade kiri dan kanan bila tidak sama 7. Mengukur tekanan blade ke kaca menggunakan pull scale 8. Menyetel arah penyemprotan dengan memasukan kawat atau penggores ke lubang nozzle dan menggerakkan ke arah penyemprotan yang di kehendaki 9. Melepas sekering wiper, pasang amper meter dengan terminal sekering. Putar “ON” switch wiper 10. Membebaskan penekan wiper blade ke kaca, Putar “ON” switch wiper 11. Melepas konektor motor wiper 12. Membongkar motor wipper 13. Memeriksa kondisi plat kontak dari keausan 14. Merakit kemabali motor wiper 15. Memeriksa kerja motor wiper tanpa beban dengan menghubungkan langsung ke baterai untuk kecepatan rendah dan kecepatan tinggi 16. Memasang Kembali motor wiper 17. Memeriksa kerja sistem wiper dengan memutar “ON” swicth wiper, maka blade harus bergerak, dan saat swicth “OFF” maka blade harus berhenti pada posisi yang benar 18. Membersihkan alat dan training objek yang digunakan 19. Melaporkan pada instruktur atau teknisi untuk pemeriksaan kondisi training objek VIII. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN 1. Gambar Rangkaian Sistem Wiper Dan Washer Gambar 09. Rangkaian Sistem Wiper dan Washer No. Item Data Pengukuran 1. Besar sudut sapu wiper 80 2. Tinggi titik wiper blade 35 cm 3. Tekanan blade terhadap kaca - 4. Arus motor wiper dengan bena Kecepatan Rendah Kecepatan Tinggi 1,2 A 2,4 A 5. Arus motor wiper tanpa beban Kecepatan Rendah Kecepatan Tinggi 1 A 1,6 A 3. Pemeriksaan Kerja Motor Washer No. Item Data Pengukuran 1. Arah semprotan Searah ke kaca 2. Arus Motor 1,4 4. Pemeriksaan Motor Wiper No. Item Data Pengukuran 1. Plat Kontak Baik 2. Sikat Baik 3. Drive Gear Baik 4. Armateur Baik 5. Kumparan Baik Saat switch berada di posisi kecepatan rendah LOW/MIST, arus listrik dari baterai mengalir melalui fusible link kemudian ke saklar/KK ON lalu ke fuse dan ke switch LOW/MIST. Setelah itu arus mengalir ke terminal +1 pada motor penggerak dan ke massa. Lalu motor akan menggerakan tuas wiper dengan pelan. Gambar 10. Rangkaian Sistem Wiper Kecepatan Rendah Saat switch berada di posisi kecepatan tinggi HIGH, arus listrik dari baterai mengalir melalui fusible link kemudian ke saklar/KK ON lalu ke fuse dan ke switch HIGH. Setelah itu arus mengalir ke terminal +2 pada motor penggerak dan ke massa. Lalu motor akan menggerakan tuas wiper dengan cepat. Gambar 11. Rangkaian Sistem Wiper Kecepatan Tinggi Saat switch berada di posisi INT, arus listrik dari baterai mengalir melalui fusible link kemudian ke saklar/KK ON lalu ke fuse dan ke switch INT. Setelah itu arus mengalir ke basis ke Tr1 melalui resistor, karena basis Tr1 teraliri arus, maka “gerbang” terbuka, dan arus dari baterai dapat mengalir ke relay kemudian ke massa. Karena relay teraliri arus maka saklar pada relay tertarik dari posisi A ke posisi B, sehingga arus juga mengalir ke terminal +1 pada motor penggerak dan ke massa. Lalu motor akan menggerakan tuas wiper dengan pelan. Gambar 12. Rangkaian Sistem Wiper Kecepatan Intermitten Tr1 ON d. Mekanisme Pembalik Ke posisi semula Ketika Tr1 tidak bekerja, menyebabkan titik relay bergerak kembali dari sisi B ke sisi A. Bagaimanapun begitu motor bergerak, titik switch hubungan berpindah dari sisi P3 ke sisi P2, jadi arus akan terus mengalir ke sikat dengan kecepatan rendah dan penghapus bergerak dengan lambat. Dia akan berhenti jika sampai di posisi yang telah ditetapkan. Tr1 melanjutkan lagi kerjanya sehingga penghapus sebentar-bentar mengulangi operasinya. Pada tipe penyesuaian, tahanan tidak tetap bervariasi dengan switch tidak tetap dan rangkaian transistor menyesuaikan dengan suplai arus ke Tr1. Hal ini menyebabkan operasi yang selalu berubah dalam waktu singkat. Gambar 13. Rangkaian Sistem Wiper Tr1 OFF 1. Kondisi motor wiper dalam keadaan baik, pada percobaan diseluruh kondisi baik kecepatan rendah, tinggi, dan intermitten motor wiper dapat berfungsi dengan baik dimana sesuai dengan prinsip kerja yang semestinya. 2. Kondisi pompa washer dalam keadaan baik, dapat memompakan air agar washer dapat menyemprotkan air. Namun terjadi kerusakan pada sirkuit atau rangkaian kelistrikan washer dimana terjadi ketidaksesuaian kinerja kadang menyemprot, kadang tidak. Hal ini mungkin terjadi karena ada kabel yang longgar, sehingga solusinya adalah mengecek kabel pada rangkaian dan mengganti kabel yang sudah tidak layak digunakan. 3. Peralatan yang tidak sesuai dengan spesifikasi. Peralatan dalam praktikum kurang mendukung, hal ini sangat mempengaruhi hasil pengukuran serta adanya pengukuran yang tidak dilaksanakan. Berdasarkan analisis data hasil praktik dan pembahasan diperoleh kesimpulan motor wiper dalam keadaan baik, pada percobaan diseluruh kondisi baik kecepatan rendah, tinggi, dan intermitten motor wiper dapat berfungsi dengan baik dimana sesuai dengan prinsip kerja yang semestinya. Pompa washer dalam keadaan baik, dapat memompakan air agar washer dapat menyemprotkan air. Namun terjadi kerusakan pada sirkuit atau rangkaian kelistrikan washer dimana terjadi ketidaksesuaian kinerja kadang menyemprot, kadang tidak. Hal ini mungkin terjadi karena ada kabel yang longgar, sehingga solusinya adalah mengecek kabel pada rangkaian dan mengganti kabel yang sudah tidak layak digunakan Kepada mahasiswa disarankan untuk selalu memperhatikan posisi kabel saat melakukan percobaan dalam rangkaian wiper dan washer pada praktik ini karena jika tidak diperhatikan maka akan terjadi konsleting listrik.

aliran arus pada sistem wiper