Cabang-cabang Ilmu Hadis Ilmu an-nasikh wa al-mansunkh Nasakh secara etimologi berarti ‘‫( األزال ُة‬menghilangkan)’ dan‫( النّ ُقل‬mengutip, menyalin), sedangkan ilmu nasikh wa al-mansukh hadis, menurut ulama hadis adalah : ‫العلم الذى يبحث عن االحاديث المتحارضة التى اليمكن Al Imam Abu Bakar Al Baihaqy Rahimahullah telah menyebutkan tujuh puluh tujuh (77) cabang IMAN, secara ringkas cabang-cabang IMAN tersebut adalah sebagai berikut : Iman kepada Allah Azza wajalla. Iman kepada para Rasul Alaihissholatu wassalam. Iman kepada kepada para Malaikat. Iman kepada Al Qur'an Al Karim dan seluruh kitab yang diturunkan. Pembagian Cabang Iman dalam Syuabul Iman. Menurut pengelompokan di atas, maka syu’abul iman dibagi lagi ke dalam tiga bagian yang meliputi: a. Niat, akidah dan hati terdiri dari 30 cabang iman. b. Lisan/ucapan terdiri dari 7 cabang iman. c. Seluruh anggota badan terdiri dari 40 cabang iman. Kitab-kitab tentang Ilmu Rijal muncul setelah pertengahan abad ke-2 dalam kitab At Tarikh oleh Al Laits bin Sa’ad dan Abdullah bin Mubarak. C. Cabang-Cabang Ilmu Rijalul Hadits. Ilmu Tarikh Al-Ruwwah Ilmu tentang para periwayat hadits dari segi yang berkaitan dengan periwayatan hadits. Pertama kali orang yang sibuk memperkenalkan ilmu ini secara ringkas adalah Al-Bukhari (w.230 H) kemudian Muhammad bin sa’ad (w.230 H) dalam Thabaqatnya. Kemudian berikutnya Izzuddin Bin al-Atsir (w.630 H) menulis Usud Al-Ghabah Fi Asma Ash-Shahabah, Ibnu hajar Al-asqalani (w.852 H) yang menulis Al-Ishabah Fi Tamyiz Ash-shahabah kemudian ada beberapa macam cabang ilmu hadis diantaranya : 1) Ilmu rijal hadis . 2) Ilmu kalam hadis . 3) Ilmu asbabul wurud . 4) Ilmu asbabun nuzul . 5) Ilmu jarh wa ta'dil. Yang termasuk dalam cabang-cabang ilmu hadis adalah .

pertanyaan tentang cabang cabang ilmu hadits